Senin, 24 Juni 2013

RONTOK SEBUAH HARAPAN (ips)

Dan sepi pun kembali mendatangi pagiku
saat burung dalam sangkar bernyanyi pilu
serta pipit yang mencari hinggapan berkicau parau
Ada rindu yang kemudian mengetuk-ketuk jendela hati
mendera-dera angan lalu melambungkan hayal ini
pada gambar seraut wajah yang melirik malu

Mengertikah apa yang sebenarnya terjadi?
Padahal musim telah berganti dan kupu-kupu menari
gersang kemarau berubah tanah basah kini
Sedang aku masih menanti sekelebat bayangan namun dia tak datang di sisi
... Ternyata langit tetap membiru
awan putihnya bawa berita yang menyayat rasaku
perih sekali ...

Penantianku selama daun gugur dan bersemi kembali
senantiasa kulukis indah bayangan dalam benakku
membangun hayalan saat berbaring menatap awang-awang
sambil memaki pertemuan yang pernah terjadi dulu
ah ... sepi ini biarlah sepi

Bila malam nanti rasa ini masih juga menyelimuti
maka terpaksa kan kuikuti ke mana arah angan membawa
melayang ke telaga bening atau kertas surat tersimpan
mengurai sedikit harapan yang terlunta-lunta
Dan tertatih kembali aku pun terpekur
tak jua bisa lari dari kegelisahan
Lalu hanya kunikmati kerinduan ini ... sendiri

Seandainya esok rindu ini kembali mengetuk-ketuk jendela hati
Lalu kunanti sekelebat bayangan namun dia tak datang di sisi
Maka sepi ini biarlah tetap sepi
Karena akan kunikmati kerinduan ini ... sendiri

Tidak ada komentar:

Posting Komentar