Kemuning cahya rembulan kembali menghias langit
Dalam kegelapan jagat raya, beribu bintang masih berkelip
Disela kesunyian malam, muncul seraut wajah bercahya
suatu karunia yang membuat hatiku terusik
mencoba memugar kembali keberanian yang telah membeku
puing yang tersisa, kukumpulkan satu demi satu
Sekejap aku terpana ...
Cahya itu melambung dan terus meninggi
namun wanginya masih tercium di sisi hati
Lengkingan panggilanku membeku di langit hening
terhempas pada rembulan dan hancur berkeping
Rindu dendamku ...
Ketidakberdayaanku ...
Tuhan, aku masih berharap melihat wajah itu lagi
karena dia adalah satu di antara keindahan dunia yang pernah kutemukan
Tapi aku pasrah ...
Tuhan ... aku begitu alit

Tidak ada komentar:
Posting Komentar